Pada umumnya geraham bungsu tumbuh sekitar umur 16 tahun. Namun, ada yang dimulai pada usia delapan atau sembilan sebagai akibat dari imbasan sinar X-ray, bahkan ada juga yang kasus dimana geraham bungsu tumbuh di usia 45 tahun. Setiap manusia biasanya mempunyai gigi susu sebanyak 20 dan gigi kekal sebanyak 32 termasuk geraham bungsu atau juga dikenali sebagai geraham ketiga.
Kesukaran mengunyah, gigi ngilu dan kadangkala demam yang berpanjangan adalah beberapa masalah yang sering dialami jika geraham bungsu tumbuh secara tidak normal. Keadaan ini sering menyulitkan seseorang dalam menjalani kegiatan sehari-harinya. Kadangkala hal ini terjadi ketika gigi geraham bungsu tersebut tumbuh dan ada kalanya ketika gigi geraham bungsu tumbuh namun berada didalam gusi.
Ketiadaan geraham bungsu sebetulnya tidak mempengaruh proses proses kunyahan yang berlaku dalam mulut. Geraham bungsu dapat tumbuh dengan normal jika mempunyai keluasan rahang yang mencukupi dan gigi depan sudah dicabut sehingga menyediakan ruang tumbuh untuk gigi geraham bungsu. Sehingga, sekiranya gigi geraham bungsu tumbuh pada rahang yang kecil dan sempit, maka ia akan dapat memberikan masalah.
Gigi geraham bungsu condong akan memberi masalah kepada gigi yang posisinya bersebelahan langsung dengannya dikarenakan kawasan di antara gigi yang ada dan baru tumbuh sukar untuk dibersihkan, sehingga akan mengakibatkan sisa makanan bertumpuk dan membuat gigi berlubang dan rusak.
Beberapa tanda geraham bungsu yang bermasalah adalah mulut sulit dibuka, demam dan kelenjar bengkak. Jika kelenjar membengkak maka sudah terjadi infeksi yang disebabkan oleh gigi dibagian atas menggigit gusi di belakang geraham bungsu dan pasien akan merasa sakit ketika membuka mulut.
Ketika gusi membengkak hingga ke bagian kerongkongan, maka kemungkinan besar akan membahayakan pernafasan sehingga pada umumnya anjuran yang diberikan adalah untuk mencabut gigi geraham bungsu tersebut. Adapun pencabutan gigi tidak dilakukan ketika gusi masih membengkak, melainkan diberikan perawatan antibiotic terlebih dahulu agar bengkak dan radangnya mereda. Proses pencabutan gigi geraham bungsu sendiri sebetulnya dapat dilakukan seperti pencabutan gigi biasa jika posisinya adalah tegak. Namun, jika posisi gigi tersebut berada didalam gusi, atau posisi didalam miring dan mendorong gigi lainnya, maka diperlukan sebuah tindakan pembedahan. Tindakan pembedaan biasanya mengambil waktu kurang lebih 20 – 30 menit. Untuk penggunaan obat bius, dengan pembiusan lokal sebetulnya tindakan pembedahan ini bisa dilakukan, namun pemberiun bius total akan diberikan sekiranya pasien sulit bekerjasama, atau merasa takut atau memiliki kompleksitas tertentu. Seusai pembedahan, pasien akan mengalami bengkak selama beberapa hari sebagai akibat dari adanya bekas cabutan dan jahitan. Untuk itu pasien akan dibekali dengan obat untuk meredakan bengkak.
Kesukaran mengunyah, gigi ngilu dan kadangkala demam yang berpanjangan adalah beberapa masalah yang sering dialami jika geraham bungsu tumbuh secara tidak normal. Keadaan ini sering menyulitkan seseorang dalam menjalani kegiatan sehari-harinya. Kadangkala hal ini terjadi ketika gigi geraham bungsu tersebut tumbuh dan ada kalanya ketika gigi geraham bungsu tumbuh namun berada didalam gusi.
Ketiadaan geraham bungsu sebetulnya tidak mempengaruh proses proses kunyahan yang berlaku dalam mulut. Geraham bungsu dapat tumbuh dengan normal jika mempunyai keluasan rahang yang mencukupi dan gigi depan sudah dicabut sehingga menyediakan ruang tumbuh untuk gigi geraham bungsu. Sehingga, sekiranya gigi geraham bungsu tumbuh pada rahang yang kecil dan sempit, maka ia akan dapat memberikan masalah.
Gigi geraham bungsu condong akan memberi masalah kepada gigi yang posisinya bersebelahan langsung dengannya dikarenakan kawasan di antara gigi yang ada dan baru tumbuh sukar untuk dibersihkan, sehingga akan mengakibatkan sisa makanan bertumpuk dan membuat gigi berlubang dan rusak.
Beberapa tanda geraham bungsu yang bermasalah adalah mulut sulit dibuka, demam dan kelenjar bengkak. Jika kelenjar membengkak maka sudah terjadi infeksi yang disebabkan oleh gigi dibagian atas menggigit gusi di belakang geraham bungsu dan pasien akan merasa sakit ketika membuka mulut.
Ketika gusi membengkak hingga ke bagian kerongkongan, maka kemungkinan besar akan membahayakan pernafasan sehingga pada umumnya anjuran yang diberikan adalah untuk mencabut gigi geraham bungsu tersebut. Adapun pencabutan gigi tidak dilakukan ketika gusi masih membengkak, melainkan diberikan perawatan antibiotic terlebih dahulu agar bengkak dan radangnya mereda. Proses pencabutan gigi geraham bungsu sendiri sebetulnya dapat dilakukan seperti pencabutan gigi biasa jika posisinya adalah tegak. Namun, jika posisi gigi tersebut berada didalam gusi, atau posisi didalam miring dan mendorong gigi lainnya, maka diperlukan sebuah tindakan pembedahan. Tindakan pembedaan biasanya mengambil waktu kurang lebih 20 – 30 menit. Untuk penggunaan obat bius, dengan pembiusan lokal sebetulnya tindakan pembedahan ini bisa dilakukan, namun pemberiun bius total akan diberikan sekiranya pasien sulit bekerjasama, atau merasa takut atau memiliki kompleksitas tertentu. Seusai pembedahan, pasien akan mengalami bengkak selama beberapa hari sebagai akibat dari adanya bekas cabutan dan jahitan. Untuk itu pasien akan dibekali dengan obat untuk meredakan bengkak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar