Minggu, 29 Mei 2011

Permen Karet dan Bau Mulut

Bau mulut merupakan sebuah hal yang bisa merusak citra seseorang didepan orang ramai. Tentu tidak seorangpun menginginkan hal ini terjadi. Dikatakan, mengunyah sebatang permen kunyah, terutama yang memiliki rasa kayu manis, dapat mencegah napas bau. Bahkan, permen karet rasa kayu manis itu juga membunuh bakteri yang menyebabkan napas tak sedap.

Menurut Dr. Christine Wu dan rekan dari University of Illinois di Chicago yang melakukan riset itu, bakteri di mulut berperan besar dalam menciptakan mulut bau dengan cara memproduksi subtansi yang disebut volatile sulfur. Didapati bahwa berbagai varietas minyak esensial tanaman menghambat pembiakan bakteri yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan infeksi mulut. Bakteri di mulut berperan besar dalam menciptakan mulut bau dengan cara memproduksi subtansi yang disebut volatile sulfur. Berbagai varietas minyak esensial tanaman menghambat pembiakan bakteri yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan infeksi mulut.
Periset menduga, minyak tanaman yang disebut cinnamic aldehyde, yaitu minyak yang digunakan untuk memberi cita rasa pada permen karet, membantu membunuh bakteri penyebab bau itu. Namun, karena permen karet yang tidak diberi cinnamic aldehyde tapi bahan perasa alami lain tersebut juga membunuh sejumlah bakteri penyebab mulut bau, periset berkesimpulan bahwa perasa alami itu berperan besar dalam menjaga kesegaran mulut. Peneliti mengevaluasi berbagai minyak esensial tanaman tersebut, termasuk cinnnamic aldehyde, dengan meminta 15 peserta mengunyah permen karet aneka cita rasa. Sebelum dan setelah 20 menit mengunyah permen karet itu ludah peserta dikumpulkan untuk dievaluasi. Hasilnya, bakteria penimbul napas tak sedap bisa turun antara 40 sampai 50 persen.

Tidak ada komentar: